Aku teringat saat saat kami masih sering melewatkan senja bersama, menghirup wangi kopi, bercengkerama hingga terkadang lupa waktu hingga larut malam. Hanya saja aku tak pernah berpikir seberapa dalam apa yang dia rasakan. Dan akupun tak pernah berpikir, aku memiliki rasa yang sama. Hingga sore itu, ketika satu pesan singkat terkirim kedalam memori telepon genggamku,
"I'll go abroad, for fourteen days. Europe" dari dia.
Saat itu aku sedang bersama teman-temanku, biasanya aku tak pernah menghiraukan apapun pesan darinya, namun sore itu, ada yang menghentak jantungku, berdegup tak beraturan,
"kapan berangkat?" tanyaku,
"Besok malam."
Huuuffthh.
Aku bertanya kepada diriku sendiri, "kenapa aku harus merasa kehilangan? biar ajalah dia berangkat, biasanya juga biasa aja.."
"aaaaa... tapi kali ini tak biasa," kata sisi lain diriku. hm,,, ya, ada yang berubah didalam sini.
Sore hingga malam semua message ke dia, lewat media manapun terpending. Ah sudahlah..
Hingga malam ini, ada satu pesan lagi dari dia, "Baru sampai Jakarta."
"Penerbangan 16 Jam??? What a feel? Huuufftt.. I'll miss you," jawabku, rasanya seperti diaduk-aduk mengatakan hal itu.
"Miss you too" jawabnya singkat..
Semua mengalir indah, hingga saat dia berkata,
"wish me luck."
"yes, of course. aku selalu memelukmu lewat do'a do'a ku..."
ah,
dan, percakapan mengalir tak terasa, hingga dirinya benar-benar pamit karena harus ke pesawat. Aku duduk, hati kecilku membisikkan satu kalimat untuknya, "I love you.." satu kalimat yang tak pernah terucap oleh mulutku. Tapi aku yakin, sangat yakin, pasti dia mengatakan hal yang sama. Hati ini merasakannya.
Dan akupun kembali pada kehidupanku sediakala, buku-buku, tuts keyboard dan layar laptopku. Aku tersenyum. Aku bahagia, sangat bahagia dengan semua kehidupan yang diberikan oleh Sang Pemilik Kehidupan ini, apa adanya, apapun yang aku terima. Dan aku sangat percaya, diapun merasakan bahagia yang sama.
I love you, deep in my heart..
in silent
Tidak ada komentar:
Posting Komentar