Bukan, bukan karena aku ingin memilikimu, maka aku mencintaimu. Bukan itu.
Ketika cinta memanggilmu, kaupun tak pernah tahu betapa yang keras akan menjadi luluh, yang lelah menjadi bergairah, yang abu-abu menjadi merah jambu. Tak mudah memang untuk percaya begitu saja, namun kau bisa saja merasakannya ketika waktunya tiba. Saat itu kau tak bisa menghindarinya, sayap cinta mengepak begitu cepat, meluncurkan busur-busurnya, dan menancapkan jauh ke dalam kalbumu. Terkadang, seakan tanpa alasan, namun itulah kenyataan yang harus kau selesaikan.
Dan kenyataan itu adalah saat sebuah peristiwa yang tergambar jelas dalam satu pengingatan jiwa. Meskipun aku tak pernah tahu kapankah itu terjadi. Sudahkah? atau akankah? Entah. Yang pasti disana aku melihatmu bersujud dan berserah sepenuhnya, menghamparkan tubuhmu serendah bumi, penghormatan tertinggi pada Sang Pencipta. Khusyuk dalam tengadah tanganmu memanjatkan do'a-do'a penuh cinta. Di depanku.
Di belakangmu adalah aku, mengikuti seluruh gerakmu, selaras dalam harmoni puja dan pujimu. .
Kubiarkan semua mengalir apa adanya. Tak hendak ku mengejarnya, tak hendak ku menghindarinya. Aku hanya perlu memahami tentang cinta. Karena aku tahu, dengan cinta kan kutemukan jawabannya.
Bak bibit yang tersemai di ladang subur, tumbuh dan terus tumbuh merindangkan kasih. Pohon cinta yang kokoh, yang senantiasa menawarkan keteduhan dari dedaunannya, kesegaran dari nafasnya dan manisnya buah yang siap dituai. Sebatang pohon hanya memberi tanpa pernah meminta balas jasa.
love
fallin so deep in the heart
just let what it goes
Berlin, 7 March 2014 12:52 am

Makasi mbak.. jadi inspirasi ku buat nulis.. *izin baca 1x lagi biar mantep
BalasHapussyukurlah bila bermanfaat. Terus menulis Detu... ^_^
BalasHapus