Kamis, 27 Februari 2014

Sore Itu

Jepun Bali warna merah muda itu terlihat mekar bergerombol di pokok-pokok tangkai nun di pucuk atas sana. Aku mendongak menikmati keindahannya. Seluruh permukaan pohon itu nampak memerah muda, daun-daun hijaunya tersamar dibawahnya. Sementara di seberang jalan, pohon yang sama, hanya nampak pucuk-pucuk merah mudanya, tak satupun bunganya mekar. Tadi seseorang telah memanen bunga-bunganya.

Aku termenung, menemukan sesuatu dalam hatiku. Ya, begitulah seharusnya dalam mencintai. Seperti halnya menanam tanaman bunga, memeliharanya, memupuknya dan membiarkannya tumbuh besar dan berbunga, cukuplah dengan memandangi bunga-bunga yang indah bermekaran tanpa merenggutnya dari tempat dimana dia berada, menjadikan diri ini dipenuhi dengan kebahagiaan. Mencintai bukanlah dengan cara merenggut bunga dari tangkainya lalu menjadikannya hiasan di atas vas meja.

Dan kubiarkan semua berjalan apa adanya, seperti biasanya. Kubiarkan cinta mekar dalam jiwaku, seperti membiarkan bunga-bunga jepun itu tetap pada pokoknya. Kupandangi dengan sepenuh jiwa, itu cukup membuatku bahagia. Dan cintapun tersenyum padaku.

Di sore itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar